Tuesday, 3 June 2014

Cara Menentukan PTN


Banyak orang terutama anak lulusan SMA/MA ataupun SMK yang merasa kesulitan dalam memilih Universitas dan Fakultas apa yang mereka inginkan. Kejadian ini biasanya terjadi mendekati tanggal pembukaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negri atau yang lebih dikenal dengan SNMPTN. Pada tahap dimana peserta didik mulai merasa bingung, pada tahap ini pula peran guru dan orang tua sangat dibutuhkan. Keikut sertaan guru dan orang tua akan lebih membantu peserta didik untuk menentukan Fakultas apa yang akan mereka pilih ketika SNMPTN ataupun SBMPTN.
Namun, dewasa ini justru banyak orang tua yang memaksakan kehendaknya kepada anak-anak mereka. Hal ini tidak seharusnya terjadi, menurut pendapat saya dari ha-hal yang telah terjadi. Banyak mahasiswa yang tidak serius dalam menjalani aktivitas dikampus dikarenakan dia tidak minat atau menyukai bidang perkuliahan yang telah dia pilih sebelumnya. Hal ini terjadi karena dipaksa oleh orang tua. Banyak yang menjawab seperti itu. Kejadian seperti ini tidak seharusnya terjadi, apalagi jika orang tua tergolong pada kelas menengah keatas. Tentu sangat merugikan bagi anak.

Berikut ini akan saya jabarkan tips-tips memilih PTN:



1. Sesuaikan dengan bakat, minat, dan cita-cita

Bila memiliki cita-cita tertentu, pertimbangkan jurusan apa yang sekiranya dapat membawa Anda meraih profesi atau pekerjaan yang sesuai dengan cita-cita tersebut. Jangan memilih jurusan Teknik Geodesi jika anda ingin menjadi seorang dokter. Atau jangan memilih jurusan Sastra Jawa jika Anda ingin menjadi Fisikawan. Sesuaikan jurusan yang ingin diambil dengan minat dan bakat Anda. Mengembangkan bakat yang ada disertai dengan minat pada suatu jurusan studi akan menjadikan proses kuliah lebih mudah dan nyaman. Anda juga selalu bergairah untuk belajar.

2. Kumpulkan informasi sebanyak mungkin

Carilah informasi terkait dengan program studi yang diinginkan banyak sebagai bahan pertimbangan untuk memilih jurusan. Anda dapat mencari informasi dari banyak sumber seperti orang tua, saudara, guru, teman, bimbel, tetangga, konsultan pendidikan, kakak kelas, teman mahasiswa, profesional, internet, dan lain sebagainya. Jangan mudah terpengaruh dan mempercayai informasi dari orang yang kurang menguasai bidang yang bersangkutan.

3. Pertimbangkan lokasi dan biaya

Bagi orang yang tergolong ekonomi mapan, memilih jurusan apa pun dan tempat kulitah di mana pun mungkin tidak menjadi masalah. Bagi golongan menengah ke bawah, lokasi dan biaya merupakan masalah yang sangat diperhitungkan. Jika dana yang tersedia terbatas maka pilihlah lokasi kuliah yang dekat dengan tempat tinggal atau lokasi luar kota yang memiliki tingkat biaya hidup yang rendah. Pilih juga tempat kuliah/perguruan tinggi yang biaya pendidikan tidak terlalu tinggi. Anda juga bisa berimprovisasi untuk mencari tambahan untuk biaya kuliah, misalnya mencari beasiswa, mengajukan keringanan, melakukan pekerjaan paruh waktu atau pekerjaan lain yang bisa mendatangkan income tetapi tidak mengganggu proses pendidikan Anda selama kuliah. Ingat ini : Jangan jadikan keterbatasan dana sebagai alasan yang menghambat masa depan Anda. Bila mau berusaha, pasti ada jalan.

4. Carilah informasi daya tampung jurusan dan peluang diterima

Carilah informasi daya tampung suatu jurusan di PTN/PTS yang diinginkan. Umumnya PT yang memiliki kuota terbatas dengan kualifikasi bagus akan diperebutkan oleh banyak orang. Jangan membebani diri anda dengan target untuk berkuliah di PT tertentu dengan jurusan tertentu yang favorit. Anda bisa stres karenanya. Buatlah banyak pilihan tempat kuliah beserta jurusannya.

Pertimbangkan juga sejauh mana Anda berpeluang diterima di suatu jurusan favorit. Ini lebih berhubungan dengan kemampuan akademis Anda. Untuk meningkatkan kemampuan ini Anda bisa sejak dini belajar soal-soal seleksi, mengikuti Try Out, ikut bimbel, mengambil les privat, dsb.

5. Masa depan, karir, dan pekerjaan

Bayangkan ke depan setelah anda lulus nanti. Apakah jurusan yang diambil dapat mengantar Anda mendapatkan pekerjaan dan karir yang baik? Banyak kok sarjana yang saat ini menganggur, dan kelak jangan sampai Anda merupakan salah satu di antara mereka. Rekrutmen perusahaan dalam mencari tenaga kerja tidak hanya melihat seseorang dari latar belakang pendidikan saja, namun juga pengalaman. Tetapi jika Anda memiliki kompetensi, keberanian, dan kemampuan lebih baik daripada kebanyakan orang, maka Anda layak bersaing dan memperoleh pekerjaan yang tepat.

Oleh karena itu saat kuliah nanti Anda bukan hanya wajib untuk menguasai kemampuan akademis semata, tetapi juga wajib untuk mengembangkan skill terkait dan musti membuka mata lebar-lebar untuk mengembangkan wacana profesi.

6. Tidak Perlu Gengsi

Tidak perlu gengsi dimana atau apa fakultas yang anda tuju. Karena selama fakultas yang kita pilih merupakan passion yang kita miliki kita tidak usah merasa gengsi. Contoh apabila kita memilih Pendidikan Guru Sekolah Dasar tidak usah gengsi kepada mereka yang memilih Pendidikan Dokter. Begitu pula dengan Universitas, jika anda lulus pada PTN setempat, misal: anda berada di Bengkulu dan masuk ke Univ. Bengkulu atau anda berasal dari Jambi dan lulus ke Universitas Jambi tidak usah minder dengan mereka yang lulus di PTN kota besar seperti Bandung dengan Univesitas Padjadjaran, Yogyakarta dengan Univesitas Gadjah Mada, ataupun Jakarta dengan Universitas Indonesia. Karena seseungguhnya dimanapun kita menampungg ilmu asalkan kita bersungguh-sungguh kelak kita akan sukses juga. Mau PTN ataupun PTS diseluruh Indonesia semuanya sama.



No comments:

Post a Comment