Saturday, 6 April 2013

Kenapa Harus Aku?

Aku hanya duduk diam disitu. Tak ada yang ku lakukan. Melihat layar datar itu terus memperhatikan jauh lebih dalam. Namun, ketika dia terjatuh tanpa ada yang menganggu. Kenapa harus aku? Kenapa bukan dia? Dia yang menjadi kambing hitam semua hal ini. Kenapa harus aku yang menjadi lebam. Aku yang menjadi tersangka utama. Aku yang harus mengalami makian dai seluruh orang dirumah. Kenapa harus aku yang menanggung ini semua?

Kenapa hidup ku sangat tidak adil. Aku yang dilempar dengan benda keras. Aku yang harus rela mengeluarkan air mataku setiap hari karena hal-hal yang sama sekali tidak ku ketahui. Aku bosan Tuhan. Harus kah aku menunggu selama ini? Kapan waktu ku tiba? Aku lelah harus hidup tanpa kasih sayang. Aku yang selalu menjadi sasaran amarah.

Aku yang harus membela diri ku sendiri. Aku yang harus selalu bersembunyi di bawah tetesan air mata ku. Kapan aku bisa pergi? Aku ingin sendiri. Aku tidak kondisi ini membuat semua impian ku hancur. Kenapa aku harus memikul beban ini. Kenapa harus aku? 

Aku ingin hidup didunia yang  nyaman, penuh kasih sayang, penuh kebahagiaan. Tapi, tidak pernah sesuai yang aku harapkan. Semua orang menghukum ku karena kesalahan yang tak pernah ku perbuat. Aku ingin pergi. Aku ingin hidup di dunia ku sendiri. Dunia yang penuh kebahagiaan. Tapi aku selalu ingat. Aku hanya sendiri. Tak ada teman untuk kucurahkan rasa kesal dihati ini. Tak ada satu orang pun yang akan membantuku. 

Aku sudah tidak kuat menyembunyikan air mata di balik senyum palsu ini. Berkata tidak apa-apa. Padahal 1000 masalah bersembunyi didalam relung hatiku. Diam dan mereka tidak pernah mau keluar. Aku hanya butuh seseorang yang membela ku apakah orang itu adalah Ayah, Ibu, atau kedua Kakak ku. Tapi hal itu hanya sebatas angan. Justru mereka yang semakin memperburuk kondisi ku. Mereka yang selalu menghujam ku dengan kata kasar. Mereka yang selalu memberiku pukulan kuat. Mungkin kali ini hanya lengan dan kaki ku yang lebam. Namun esok? 

Aku lelah berada di rumah yang seperti ini. Rumah yang seharusnya menjadi tepat ku berteduh, rumah yang seharusnya memberikan ku kehangatan. Tapi disini, dirumah ini. Tak ada sedikitpun rasa itu. Rasa nyaman itu tidak pernah ada. Aku ingin pergi dari tempat ini. Ke tempat yang lebih baik. Ke tempat yang banyak terdapat kehangatan. Sekalipun harus segera ke surga. Aku tak apa. Setidaknya aku langsung bisa senang.

Kenapa harus aku Tuhan? Kenapa harus aku yang mengalami ini semua? Apakah dengan biaya sekolahku itu sudah menjadi suatu alasan kenapa aku harus mengalami ini semua? Aku bisa mencari biaya sekolahku sendiri. Aku sudah melakukannya.

Aku ingin tersenyum. Tapi adakah orang yang bisa membuatku tersenyum? Masih adakah kebahagiaan dalam diriku? Entahlah. Aku hanya akan menunggu sampai waktu ku tiba. Dan itulah saat yang paling membahagiakan dalam hidupku. Tanpa ada lagi pertanyaan "Kenapa Harus Aku?"

No comments:

Post a Comment